Buscar

Memuat...

NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI USWATUN HASANAH

Oleh : Drs. KH. Hafidz Utsman
( Ketua Umum MUI Jawa Barat )

Nabi Muhammad SAW.  Adalah uswatun hasanah ( teladan yang baik ) bagi semua manusia .  Firman allah : “ Sesungguhnya telah ada pada ( diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharap ( rahmat ) allah dan ( kedatangan ) hari kiamat dan dia banyak menyebut allah “ . ( Q.S. Al-Ahzab [ 33 ] : 21 )
Ayat ini turun ketika terjadi perang khandaq , waktu itu , Rasulullah dan para sahabatnya menggali parit di sebelah utara kota madinah sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi musuh gabungan antara kaum jahiliyah mekah dengan bala bantuan yahudi dan nasrani madinah . Parit yang digali itu cukup panjang , lebar dan dalam . Perbekalan yang tersedia sangat menipis , sehingga para sahabat terpaksa mengganjal perutnya dengan batu sebagai penahan rasa lapar . Beberapa sahabat datang kepada rasulullah mengadukan keadaan mereka yang kelaparan , sambil memperlihatkan  perutnya yang diganjal batu , maka rasulullah pun membukakan bagian perutnya , dan nampaklah dua buah batu mengganjal perut beliau , maka turunlah surat al-ahzab ayat 21 di atas .
Rasulullah memberi  teladan yang baik kalau para sahabat hanya diganjal dengan satu buah batu , beliau malah diganjal dengan dua buah batu , disini jelas bahwa rasulullah lebih merasakan lapar dari pada sahabat – sahabatnya , ini memberi contoh bahwa pemimpin tidak boleh hanya mengutamakan diri sendiri , tetapi harus memperhatikan nasib rakyatnya .
Kita sebagai ummat rasulullah harus mencontoh beliau dengan jalan meningkatkan ketaqwaan kepada allah , karakter taqwa yang harus kita tempuh telah banyak disampaikan allah dalam al – Qur’an , misalnya dalam surat al-Baqarah disebutkan : “ ( yaitu )  mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka “ . ( Q.S. Al- Baqarah [ 2 ] : 3 )
Sesuatu yang ghaib itu tidak kasat mata dan tidak bisa diraba , tetapi keberadaannya tidak bisa disangkal , Allah , Malaikat , dan hari akhirat merupakan suatu yang ghaib , ini harus benar – benar diyakini , orang yang bertaqwa juga senantiasa mendirikan shalat lima waktu , rasulullah telah memberikan contoh , bagaimana mendirikan shalat yang baik , memang benar bahwa al – Qur’an tidak diterangkan secara rinci tata cara shalat , tetapi karena al- Qur’an juga memerintahkan ta’at kepada rasulullah , maka kita harus mengikuti tata cara shalat yang dilakukan rasulullah .
Jadi kalau ada orang yang menamakan islam tetapi tidak mengakui kenabian Muhammad SAW, maka ia sangat keliru , mengakui kesucian al – Qur’an tetapi tidak mengakui hadits nabi , kalau kita ibaratkan seperti orang yang mencuci muka dan tangan , menyapu rambut dan kepala dan telinga , serta mencuci kaki , tetapi ia sama sekali tidak berniat wudlu , maka wudlu nya tidak sah , demikian juga orang yang berjunub membasahi seluruh badan , tetapi tidak niat mandi junub , maka junubnya tidak hilang ,.
Selanjutnya , orang yang bertaqwa itu senantiasa membagi rezeki kepada orang lain , baik shadaqah wajib seperti zakat atau shadaqah sunnah , seseorang kalau mau menghitung soal kekurangan materi , mungkin tidak akan nada habis – habisnya , Rasulullah mengisyaratkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Ahmad dan Anas : “ Seandainya manusia memilliki dua lembah berisi emas , maka akan mencari lembah yang ketiga , mereka akan berhenti saat ditimbun tanah di kuburan “.
Di dunia , allah menciptakan beragam keadaan manusia , ada yang kaya ada yang miskin , ada yang tinggi ada yang rendah , ada yang berkedudukan dan tidak , semua itu untuk tolong menolong , seandainya semua manusia itu kaya raya , maka tentu tidak akan merasakan kesenangan , karena tidak ada orang  yang mau membantu menyelesaikan kebutuhan hidupnya , kehidupan ini mau – tidak mau , pasti memerlukan orang lain , maka teladanilah Rasulullah dalam kehidupan ini , sehingga kita diliputi barokah dan ibadah kita diterima oleh –nya .
[ Dirangkum dari khutbah jum’at Masjid Raya Bandung , Maret 2011 ] 

0 komentar:

Poskan Komentar